PendidikanPancasila dan Kewarganegaraan, Kelas X semester 1. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. » Ringkasan Materi PPKn SMK X Semester 1 » Hakikat Hak Asasi Manusia HAM Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia : Upaya Pemajuan Hak Asasi Manusia di Indonesia Rangkumanatau ringkasan materi pelajaran PKn kelas 7 SMP/MTs - Ringkasan materi Pendidikan Kewarganegaraan ini bertujuan untuk mempermudah para siswa dalam mempelajari pelajaran PKn selama 2 semester yaitu semester 1 dan 2. Apakah kalian sudah melalkukan cara demikian dengan merangkum materi PKn di kelas 7, jika belum ringkasan ini dapat kalian gunakan sebagai pengingat materi yang pernah RangkumanMateri Pelajaran PKn Kelas 8 SMP/MTs Semester 1/2 Thursday, April 7, 2016 Add Comment Edit Rangkuman Materi Pelajaran PKn Kelas 8 SMP/MTs Semester 1/2 - Ringkasan materi kelas 8 untuk mata pelajaran PKn ini bertujuan untuk membantu peserta didik atau pendidik agar lebih mudah memahami intisari dari setiap bab yang dipelajari dalam Materi pelajaran Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKN) untuk kelas 10 SMA mulai dari semester 1 hingga semester 2. Melalui kesempatan kali ini maka saya akan kembali membagikan uraian materi pelajaran yang akan di pelajari pada mata pelajaran PPKN di kelas 10 SMA. Untuk memudahkan para guru dan juga siswa dalam Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Berikut rangkuman lengkap materi PKN kelas 7 pada bab 6 yang membahas tentang Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rangkuman ini disusun dari buku paket BSE kelas 7 K13 revisi terbaru yang diterbitkan Kemendikbud. Berikut rangkuman lengkapnya, oiya kami juga sudah menyediakan rangkuman materi PKN kelas 7 untuk semua bab-nya, kamu bisa cek rangkumannya di halaman berikut Rangkuman Materi PKN Kelas 7 Bab 6 Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Kesepakatan pemuda di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, membulatkan tuntutan pemuda ”… bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat itu sendiri, tak dapat digantungkan kepada orang dan kerajaan lain. Jalan satu-satunya adalah memproklamasikan kemerdekaan oleh kekuatan bangsa Indonesia sendiri.” Hal ini mendorong terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Ketika peristiwa Rengasdengklok, golongan pemuda meminta golongan tua agar memenuhi keinginan rakyat Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan dengan kekuatan bangsa Indonesia sendiri. Setelah berdebat panjang, desakan para pemuda akhirnya disanggupi oleh Ir. Soekarno yang akan segera memproklamasikan kemerdekaan, tetapi dilakukan di Jakarta. Tanggal 16 Agustus 1945, rombongan dari Rengasdengklok tiba di Jakarta. Kemudian Ir. Soekarno dengan para penyusun teks proklamasi lainnya menjadikan rumah Laksamana Muda Maeda, jl. Imam Bonjol Jakarta sebagai tempat menyusun naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Meskipun tidak mendapat persetujuan dari Jepang, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta segera merumuskan teks proklamasi dengan tulisan tangan sendiri. Berikut teks proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia Ir. Soekarno meminta semua yang hadir menandatangani naskah proklamasi selaku wakil bangsa Indonesia. Namun, Sukarni pimpinan golongan pemuda mengusulkan agar Soekarno-Hatta menandatangani atas nama bangsa Indonesia. Selanjutnya, Ir. Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi dengan beberapa perubahan yang telah disetujui. Ada tiga perubahan redaksi atas teks proklamasi, yaitu Kata tempoh diganti dengan kata tempo Wakil bangsa Indonesia diganti dengan atas nama bangsa IndonesiaCara menuliskan tanggal Djakarta, 17-8-05 diganti menjadi Djakarta, hari 17, boelan 08, tahoen 05. Selanjutnya, setelah diketik oleh Sayuti Melik, teks proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta. Tanggal 17 Agustus 1945, hari Jumat, pukul WIB, di depan rumah Ir. Soekarno Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, Ir. Soekarno dengan didampingi Drs. Moh. Hatta membacakan teks proklamasi dengan disaksikan lebih kurang orang. Setelah teks proklamasi dibacakan, dikibarkanlah sang Saka Merah Putih oleh Suhud dan Latief Hendradiningrat dan secara spontan peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya sehingga sampai sekarang setiap pengibaran bendera dalam upacara bendera selalu diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Proklamasi Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia memiliki makna dari berbagai aspek yaitu 1. Aspek Hukum, Proklamasi merupakan keputusan politik tertinggi bangsa Indonesia untuk menghapuskan hukum kolonial dan diganti dengan hukum nasional 2. Aspek Historis, Proklamasi merupakan akhir sejarah penjajahan di Indonesia sekaligus menjadi awal Indonesia sebagai negara merdeka yang bebas dari penjajahan bangsa lain 3. Aspek Sosiologis, Proklamasi memberikan rasa bebas dan merdeka dari belenggu penjajahan 4. Aspek Kultural, Proklamasi membangun peradaban baru dari bangsa yang digolongkan pribumi masa penjajahan Belanda menjadi bangsa yang mengakui persamaan harkat, derajat, dan martabat manusia 5. Aspek Politis, Proklamasi menyatakan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan mempunyai kedudukan sejajar dengan bangsa lain di dunia 6. Aspek Spiritual, Proklamasi merupakan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang meridhai perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari doa seluruh rakyat Indonesia kepada Yang Maha Kuasa untuk segera terlepas dari penjajahan Susunan daerah NKRI pembagiannya terdiri dari daerah besar, daerah-daerah istimewa, dan daerah-daerah kecil desa atau sebutan lain nagari, dusun, marga, huta, kuria, gampong, meunasah. Pembagian susunan daerah itu tidak membuat negara Indonesia terpecah-pecah, akan tetapi tetap dalam satu ikatan, yaitu negara Indonesia. Terdapat lima daerah di Indonesia yang menyandang status otonomi khusus atau istimewa, yaitu Pemerintahan Aceh, Daerah Khusus Ibukota DKI Jakarta, Daerah Istimewa DI Yogyakarta, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat Pasal 18, 18A, dan 18B UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kesatuan dengan sistem pemerintahan daerah yang berasaskan desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan. MPR menyatakan ada 7 prinsip yang menjadi paradigma dan arah politik yang mendasari pasal-pasal 18, 18A, dan 18B, yaitu Prinsip daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuanPrinsip menjalankan otonomi seluas-luasnyaPrinisp kekhususan dan keragaman daerahPrinsip mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnyaPrinisip mengakui dan menghormati pemerintahan daerah yang bersifat khusus dan istimewaPrinsip badan perwakilan dipilih langsung dalam suatu pemilihan umumPrinsip hubungan pusat dan daerah dilaksanakan secara selaras dan adil Seluruh daerah di Indonesia memiliki peranan penting dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian juga dalam mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita nasional dan tujuan negara saat ini. Kesadaran akan arti penting daerah dalam perjuangan kemerdekaan memiliki makna bagi pelaksanaan otonomi daerah yang bertanggung jawab dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsekuensi dari pelaksanaan otonomi daerah yaitu daerah otonom harus berperan nyata dalam mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarkat melalui pelayanan publik, pemberdayaan, partisipasi masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan kekhasan suatu dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peran Daerah dalam Kerangka NKRI Mempertahankan bentuk dan keutuhan NKRI sebagaimana ketentuan pasal 37 ayat 5 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbunyi, ”Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan masyarakatMemajukan bangsa melalui inovasi dan kreativitas aparatur sipil negara di daerahMelaksanakan pembangunan nasional untuk meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, kesempatan dan kualitas pelayanan publik, dan daya saing daerahMengembangkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis Peran daerah dalam perjuangan berdirinya NKRI Perjuangan melawan penjajah oleh daerah memiliki arah tujuan yang sama, yaitu kemerdekaan Indonesia Tokoh pejuang daerah merupakan tokoh pejuang bangsa IndonesiaPersatuan dan kesatuan telah terbukti menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaanBangsa Indonesia telah sepakat membentuk negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pilihan yang tepatMengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golonganSikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara Sikap etnosentrisme, yaitu sikap yang menganggap budaya daerah lebih tinggi dan menganggap budaya daerah lain lebih rendah, harus dihindari dalam masyarakat Indonesia. Daftar PustakaSaputra, L. S., Aa Nurdiaman, Salikun, Rahmat & Dadang S. 2017. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs Kelas VII. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. This post was last modified on April 2, 2021 933 am Posted by Kang Didno 851 AM Materi PPKn SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Kurikulum 2013 Materi PPKn SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Kurikulum 2013 – Selama pembelajaran berlangsung, bapak dan ibu guru berpedoman pada Buku Guru dan Buku Siswa sesuai dengan Kurikulum yang berlaku pada saat ini. Begitu juga bila bapak dan ibu guru mengajar mata pelajaran PPKn SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil. Jika mengacu pada buku siswa PPKn SMP/MTs kelas 7 semester ganjil terdiri dari 3 bab. Oleh karena itu bagi bapak dan ibu guru, siswa dan orang tua/wali murid yang membutuhkan materi PPKn SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil untuk pembelajaran, berikut kami berikan Materi PPKn SMP/MTs Kelas 7 Semester 1 Kurikulum 2013 Bab 1 Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara A. Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara B. Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara C. Semangat Pendiri Negara dalam Merumuskan dan Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara Rangkuman Proyek Kewarganegaraan Penilaian Sikap Uji Kompetensi 1 Pemahaman Materi Bab 2 Norma dan Keadilan A. Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat B. Arti Penting Norma dalam Mewujudkan Keadilan C. Perilaku Sesuai Norma dalam Kehidupan Sehari-hari Rangkuman Proyek Kewarganegaraan Penilaian Sikap Uji Kompetensi 2 Pemahaman Materi Bab 3 Perumusan dan Pengesahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 A. Perumusan dan Pengesahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 B. Arti Penting UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bagi Bangsa dan Negara Indonesia C. Peran Tokoh Perumus UUD 1945 Rangkuman Proyek Kewarganegaraan Penilaian Sikap Uji Kompetensi 3 Pemahaman Materi Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi bapak dan ibu guru yang mengampu mata pelajaran PPKn Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs kelas 7 Semester Ganjil. Sumber Buku Siswa PPKn SMP/MTs Kelas 7 Kurikulum 2013 Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2017 Baca Juga Materi Seni Budaya SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Materi IPA SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Materi PPKn SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Materi PAI dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Materi Bahasa Inggris SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Materi Penjas SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Materi Prakarya SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Materi IPS SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Materi Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Materi Matematika SMP/MTs Kelas 7 Semester Ganjil Pengertian PKNPentingnya Pendidikan KewarganegaraanIsi Materi PKN Kelas 7Pemahaman tentang Negara Kesatuan Republik IndonesiaDefinisi Negara Kesatuan Republik IndonesiaCiri-ciri Negara Kesatuan Republik IndonesiaPeran NKRIPemahaman tentang PancasilaDefinisi PancasilaLim a Prinsip PancasilaPenerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hariPemahaman tentang UUD 1945Definisi UUD 1945Asas-asas dalam UUD 1945Prosedur Perubahan UUD 1945Pemahaman tentang NKRIDefinisi NKRIPrinsip-prinsip dalam NKRIPeran Warga Negara dalam NKRIPerbedaan antara Negara Demokrasi dan Negara OtoriterDefinisi Negara DemokrasiDefinisi Negara OtoriterPerbedaan antara Negara Demokrasi dan Negara OtoriterFAQ Frequently Asked QuestionsRelated video of Rangkuman Materi PKN Kelas 7 Pengertian PKN Pendidikan Kewarganegaraan atau yang lebih dikenal dengan PKN adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. PKN bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Ada beberapa alasan mengapa PKN penting untuk diajarkan di sekolah. Pertama, PKN membantu siswa memahami pentingnya hak dan kewajiban sebagai warga negara. Kedua, PKN juga membantu siswa memahami cara-cara untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi. Ketiga, PKN juga membantu siswa memahami peran dan fungsi lembaga negara. Isi Materi PKN Kelas 7 Mata pelajaran PKN kelas 7 terdiri dari beberapa materi penting. Beberapa materi tersebut antara lain No. Materi 1 Pemahaman tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia 2 Pemahaman tentang Pancasila 3 Pemahaman tentang UUD 1945 4 Pemahaman tentang NKRI 5 Pemahaman tentang perbedaan antara negara demokrasi dan negara otoriter Pemahaman tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia Definisi Negara Kesatuan Republik Indonesia Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI adalah negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda. Indonesia juga memiliki wilayah yang sangat luas, dari Sabang sampai Merauke. Meskipun demikian, Indonesia tetap bersatu dan menjadi satu negara yang kokoh. Ciri-ciri Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI memiliki beberapa ciri-ciri yang membuatnya unik. Ciri-ciri tersebut antara lain Masyarakat yang multikultural Berkeluarga yang besar Toleransi antar umat beragama Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Memiliki lambang negara yaitu Garuda Pancasila Bertanah air Indonesia Peran NKRI NKRI memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Peran NKRI antara lain Menjaga persatuan dan kesatuan Menjaga kedaulatan negara Menjaga keamanan dan ketertiban Menjaga kesejahteraan rakyat Pemahaman tentang Pancasila Definisi Pancasila Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima prinsip. Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lim a Prinsip Pancasila Adapun lima prinsip Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari antara lain Menerima perbedaan dan menghargai sesama Bertindak adil dan tidak diskriminatif Bertindak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku Berkomitmen untuk memajukan bangsa dan negara Turut serta dalam proses demokrasi Pemahaman tentang UUD 1945 Definisi UUD 1945 Undang-Undang Dasar 1945 atau yang lebih dikenal dengan UUD 1945 adalah konstitusi atau dasar hukum tertinggi di Indonesia. UUD 1945 berisi tentang hak dan kewajiban warga negara, susunan pemerintahan, dan lembaga-lembaga negara. Asas-asas dalam UUD 1945 UUD 1945 memiliki beberapa asas yang harus diikuti. Asas-asas tersebut antara lain Kedaulatan rakyat Kemanusiaan yang adil dan beradab Kepemerintahan yang baik Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Prosedur Perubahan UUD 1945 Perubahan UUD 1945 harus melalui tahap-tahap tertentu sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Prosedur perubahan UUD 1945 antara lain Inisiatif dari DPR atau Presiden Pembahasan di DPR Pemungutan suara di DPR Persetujuan Presiden Pengesahan oleh MPR Pemahaman tentang NKRI Definisi NKRI NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda. NKRI juga memiliki wilayah yang sangat luas, dari Sabang sampai Merauke. Prinsip-prinsip dalam NKRI Prinsip-prinsip dalam NKRI harus dipegang teguh oleh seluruh warga negara Indonesia. Beberapa prinsip tersebut antara lain Ketuhanan Yang Maha Esa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Peran Warga Negara dalam NKRI Warga negara Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Beberapa peran warga negara dalam NKRI antara lain Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Menghargai perbedaan antar suku, agama, dan budaya Menghormati dan mematuhi hukum yang berlaku Bertindak sebagai agen perubahan yang positif Perbedaan antara Negara Demokrasi dan Negara Otoriter Definisi Negara Demokrasi Negara Demokrasi adalah negara yang di dalamnya terdapat kebebasan politik, hak asasi manusia, dan pemerintahan yang bersifat responsif terhadap kebutuhan rakyatnya. Contoh negara demokrasi adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. Definisi Negara Otoriter Negara Otoriter adalah negara yang di dalamnya terdapat sistem pemerintahan yang tidak demokratis dan kurang memperhatikan hak asasi manusia. Contoh negara otoriter adalah Korea Utara, Cina, dan Rusia. Perbedaan antara Negara Demokrasi dan Negara Otoriter Berikut adalah beberapa perbedaan antara negara demokrasi dan negara otoriter No. Negara Demokrasi Negara Otoriter 1 Memiliki kebebasan politik Tidak memiliki kebebasan politik 2 Memperhatikan hak asasi manusia Kurang memperhatikan hak asasi manusia 3 Memiliki sistem pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan rakyat Tidak memiliki sistem pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan rakyat FAQ Frequently Asked Questions Related video of Rangkuman Materi PKN Kelas 7 Bagi kamu yang sedang mencari rangkuman materi PKN untuk jenjang SMP kelas 7 kurikulum K13 revisi terbaru, di website ini kami menyediakan rangkuman materi lengkap, dari kelas 7, kelas 8, dan kelas 9. Selain materi Rangkuman PKn, kami juga menyediakan rangkuman materi lainnya, seperti IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dll. Saat ini kami hanya fokus membuat rangkuman materi untuk SMP dengan lengkap. Kedepannya kami akan mengusahakan untuk jenjang SMA dengan materi yang super lengkap agar bisa dipakai sebagai bahan belajar untuk siswa maupun guru. Rangkuman materi PKn ini disusun berdasarkan materi yang bersumber dari buku paket elektronik yaitu BSE PKn Kelas 7 Kurikulum K13 Revisi. RangkumanMateri PKN Semester 1 NoBabRangkuman MateriMateri PDF1Bab 1Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar NegaraDownload2Bab 2Norma dan KeadilanDownload3Bab 3Perumusan dan Pengesahan UUD Negara Republik IndonesiaDownload Kumpulan soal PTS dan PAS PKN semester 1 silahkan buka halaman berikut Soal PTS dan Soal PAS. Rangkuman Materi PKN Semester 2 NoBabRangkuman MateriMateri PDF1Bab 4Keberagaman Suku, Agama, Ras dan Antargolongan dalam Bingkai Bhinneka Tunggal IkaDownload2Bab 5Kerjasama dalam Berbagai Bidang KehidupanDownload3Bab 6Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik IndonesiaDownload Kumpulan soal PTS dan PAS PKN semester 2 silahkan buka halaman berikut Soal PTS dan Soal PAS. Selain rangkuman materi PKn tersedia juga rangkuman materi lainnya untuk jenjang SMP khususnya bagi siswa kelas 7 yang disusun berdasarkan buku BSE K13 Revisi terbaru terbitan kemendikbud. Rangkuman materi di halaman ini masih tahap update, mohon dukung terus ya, agar kami bisa menyediakan rangkuman materi yang lengkap agar bisa bermanfaat buat siswa dan membantu mempermudah siswa untuk belajar materi pelajaran.

ringkasan materi pkn kelas 7 semester 1