Sepertimamalia lainnya, fungsi utama darah pada manusia adalah sebagai berikut: 1. Mengangkut oksigen dan karbon dioksida dari alat pernapasan ke jaringan-jaringan di seluruh tubuh. mencakup kloroform, eter, dan sejumlah hidrokarbon lain yang mudah menguap dan biasa digunakan sebagai pelarut, misalnya benzene, toluene, dan karbon
SintesisEter Metil Histidin Sebagai Inhibitor Korosi Pada Baja Karbon Dalam Larutan NaCl 1%. Oleh : Adia Putra Wirman 20505009 Pembimbing : Dr. Sadijah Achmad, DEA Deana Wahyu Ningrum, S.Si, M.Si. AGENDA. Pendahuluan Tinjauan Pustaka Metodologi Penelitian Hasil dan Pembahasan Slideshow 4083391
merupakanobat penghambat fungsi neuron dalam sistem saraf pusat. yang mencakup eter, kloroform. e. Opiat, yang mencakup opium, morfin, heroin, kodem dan metadon. Difteri, adalah penyumbatan pada rongga faring atau laring oloeh lendir yang dihasilkan kuman difteri. 8. Emfisema, adalah penyakit pembengkakan karena pembuluh darahnya
Hampirsemua anestesi inhalasi mengakibatkan sejumlah efek samping yang terpenting diantaranya adalah : Menekan pernafasan, paling kecil pada N2O, eter dan trikloretilen Mengurangi kontraksi jantung, terutama halotan dan metoksi fluran, yang paling ringan pada eter Merusak hati oleh karena sudah tak digunakan lagi seperti senyawa kloroform
Vay Tiền Nhanh Ggads. Ipa7 - Bab 1 - Post-Test Sains Dan Kerja Ilmiah0% found this document useful 0 votes10 views4 pagesOriginal TitleIPA7_BAB 1_POST-TEST SAINS DAN KERJA ILMIAHCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes10 views4 pagesIpa7 - Bab 1 - Post-Test Sains Dan Kerja IlmiahOriginal TitleIPA7_BAB 1_POST-TEST SAINS DAN KERJA ILMIAHJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 3 LAWANG SOAL UTS GENAP TAHUN PELAJARAN 2008 2009 Mata Pelajaran IPA Kelas VII Tujuh Hari, tanggal Kamis, 19 Maret 2009 Waktu 60 menit Pilihlah jawaban yang paling benar! ini yang merupakan gejala alam abiotik adalah... eceng gondok berongga mengalami pelapukan tumbuhan jagung adalah akar serabut pepaya berwarna hijau 2. Berikut ini yang merupakan gejala alam biotik adalah... di pantai yang bergerak di atas bebatuan yang mengalir utama mikroskop adalah... objek objek objek bentuk objek mikroskop yang digunakan untuk memilih lensa objektif yang diinginkan adalah... fokus mikroskop yang berfungsi membentuk bayangan objek dan memperbesar benda yang diamati adalah... okuler berfungsi untuk... intensitas cahaya yang masuk dalam mikroskop banyak-sedikitnya cahaya yang dikehendaki masuk ke dalam mikroskop preparat di atas meja preparat agar kedudukan preparat stabil dan tidak bergeser mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja yang datar. gambar berikut yang disebut gelas objek adalah... a. 1 c. 3 b. 2 d. 1 dan 3 melihat anatomi daun dari samping dilakukan sayatan secara... 9. Untuk melihat anatomi batang dari atas dilakukan sayatan secara... PETUNJUK UMUM 1. Tulis nama, kelas, nomor peserta, Anda pada lembar jawab. 2. Arsirlah atau hitamkan huruf A, B, C, dan D yang menurut Anda merupakan jawaban yang paling tepat. 3. Gunakan pensil 2B, dan penghapus karet yang baik. 4. Apabila ingin mengganti jawaban hapuslah jawaban tersebut dengan karet penghapus dan arsir/ hitamkan jawaban yang benar. ilmiah meliputi hal-hal berikut ini. 1 pengumpulan data 3 kesimpulan 5 masalah 2 eksperimen 4 hipotesis Urutan yang benar adalah... a. 1 – 3 – 5 – 2 – 4 c. 4 – 5 – 2 – 1 – 3 b. 2 – 1 – 4 – 5 – 3 d. 5 – 1 – 4 – 2 – 3 laboratorium yang disebut sebagai erlenmeyer adalah... a. b. c. d. ujung atasnya ditutup dengan jari telunjuk maka cairan tidak akan keluar, dan jika jari telunjuk diangkat maka cairan akan keluar. Peralatan tersebut adalah... a. b. c. d. ini alat laboratorium untuk meletakkan bahan kimia berbentuk kristal atau padat yang siap digunakan ... a. b. c. d. kita membutuhkan larutan sebanyak 23,5 ml,maka alat yang digunakan adalah... a. c. d. 15. Fungsi kloroform atau eter dalam pembedahan adalah .... a. memperlunak kulit hewan c. menghasilkan warna yang bagus b. menguatkan hewan d. membuat pingsan hewan kimia yang berbentuk padat dalam suatu wadah diambil menggunakan ... tetes ukur petri kimia berikut ini yang mudah terbakar adalah... klorida memanaskan alkohol yang benar adalah... dalam tabung reaksi dan direbus dalam gelas kimia berisi air langsung ke tabung reaksi langsung pada api pada api dengan jarak tertentu bahan kimia masuk ke dalam mulut maka yang harus dilakukan adalah... dengan air mengalir air hangat sebanyak-banyaknya dimuntahkan mulut terus-menerus terkena asam sulfat yang dilakukan adalah... dengan air yang mengalir dan dibalut dengan kain kasa dengan air hangat berulang-ulang dengan alkohol dan dibiarkan terbuka dengan obat merah kimia yang bersifat korosif diberi simbol... a. b. c. d ini merupakan ciri-ciri makhluk hidup, kecuali... a. berkembang biak tetap kupu-kupu dimasukkan ke dalam toples yang tertutup rapat , setelah beberapa lama kupu tersebut mati. Hal ini menunjukkan bahwa hewan membutuhkan... dioksida untuk bernapas c. oksigen untuk bernapas untuk makanannya terbuka untuk bergerak 24. Salah satu ciri yang sama-sama dimiliki oleh keempat makhluk hidup pada gambar di atas adalah... gerak aktif anak pernafasan fotosintesis. berkembang biak di air, supaya dapat hidup di air berudu bernafas menggunakan... a. paru-paru udara beberapa hari bunga yang semula kuncup kemudian mekar, hal ini menunjukkan bahwa tumbuhan... irritabilita d. Memerlukan nutrisi berikut ini yang benar adalah... dan tumbuhan bergerak secara pasif bergerak tidak berpindah tempat lamban menanggapi rangsang dapat membuat makanan sendiri berikut berhubungan dengan tumbuh, kecuali... ukurannya kembali kekeadaan semula proses perkembangan satu peristiwa tentang pertumbuhan ditunjukkan oleh... mawar menghasilkan bunga pisang bertunas dara bertelur berubah menjadi katak berekor pada tumbuhan biji ditandai dengan terbentuknya... a. daun
Kloroform, atau yang juga dikenal sebagai triklorometana adalah senyawa yang tidak berwarna, berbentuk cairan beraroma manis dengan rumus kimia CHCl3. Senyawa ini paling dikenal untuk digunakan dalam sejarah sebagai anestesi umum, meskipun sekarang ini telah dikurangi penggunaannya karena masalah keamanan. Saat ini kloroform atau triklorometana lebih sering digunakan dalam berbagai proses industri, termasuk pembuatan plastik, pendingin, dan pelarut. Kloroform ini ditemukan dalam jumlah kecil dalam air dan udara, sebagian besar berasal dari sumber alami. Kloroform adalah racun dan cepat melepaskan uap bila terkena udara, sehingga harus ditangani dengan hati-hati. Produksi Senyawa ini awalnya dibuat oleh reaksi etanol atau aseton dengan bubuk pemutih – kalsium hipoklorit. Di zaman modern, kloroform itu diproduksi di industri dengan menggabungkan metana dengan klorin. Sejumlah kecil bahan kimia diproduksi secara alami oleh kehidupan laut, seperti rumput laut, dan oleh dekomposisi sisa-sisa tanaman di tanah. Sumber utama pada manusia dalam lingkungan berasal dari penggunaan klorin sebagai agen pemutih di pabrik kertas, dan klorinasi air minum. klorin bereaksi dengan berbagai senyawa organik untuk menghasilkan triklorometana, tetapi jumlah yang ada dalam air diklorinasi kecil dan sehingga tidak menimbulkan risiko apapun untuk kesehatan manusia dalam keadaan normal. Penggunaan Penggunaan kloroform sebagai anestesi sudah dimuala dari 1847, tapi timbul kekhawatiran. Pada tahun 1848, seorang pasien meninggal karena jantungnya berdebar cepat dan tidak teratur sementara ia dibius. Pada awal abad 20, penggunaan kloroform mengalami kemunduran, dan mulai ditinggalkan demi alternatif yang lebih aman dan lebih murah pada sekitar tahun 1940. Sekarang ini, anestesi yang lebih aman seperti halotan, isoflurane, dan sevoflurane, dan lain-lain yang digunakan. Ketika alternatif yang lebih murah diperlukan, seperti yang terjadi di beberapa negara miskin, eter, obat bius yang lebih lama masih sering disukai. Saat ini, penggunaan terbesar kloroform adalah untuk produksi polytetrafluoroethylene PTFE, plastik relatif tahan panas terbaik yang dikenal untuk digunakan sebagai lapisan non-stick untuk panci dan wajan. Senyawa ini pertama bereaksi dengan hidrogen fluorida untuk membentuk Chloro dofluoro Methana, suatu senyawa yang digunakan sebagai pendingin dan propelan untuk kaleng aerosol. Penggunaan ini telah dihapus di banyak negara, karena dampaknya pada lapisan ozon, tetapi produksinya masih merupakan langkah penting dalam pembuatan PTFE. Di laboratorium, triklorometana sering digunakan sebagai pelarut yang stabil, relatif tidak aktif, dan melarutkan banyak senyawa organik. Hal ini sangat efektif dalam penggalian zat dari bahan tanaman dan digunakan dengan cara ini dalam industri farmasi untuk mengekstraksi obat-obatan dan prekursor obat dari tanaman. Hal ini juga dapat digunakan dalam kimia analitik untuk mengisolasi senyawa dari sampel dan digunakan dalam sintesis banyak bahan kimia organik. Efek kesehatan Efek anestesi kloroform yang berasal oleh penghambatan aktivitas sistem saraf pusat. Menghirup uap dapat dengan cepat dapat membawa ketidaksadaran, tetapi dosis yang sangat tinggi bisa berakibat fatal. Bahan kimia ini juga mempengaruhi aktivitas di organ utama lainnya, termasuk jantung, yang membuatnya berbahaya sebagai obat bius. Hal ini dianggap cukup beracun – dalam hal efek akut – jika tertelan, dan dosis 0,35 ons cairan 10 mililiter dapat berakibat fatal pada manusia. Alat pengaman standar di laboratorium Paparan jangka panjang untuk konsentrasi yang relatif rendah triklorometana dapat memiliki sejumlah efek samping, terutama pada hati dan ginjal. Mungkin ada risiko kanker yang berhubungan dengan paparan bahan kimia ini. Meskipun tidak ada bukti konklusif penyebab kanker pada manusia, tes pada hewan telah menunjukkan kloroform menyebabkan tumor hati dan ginjal, dan di Amerika Serikat, Badan Perlindungan Lingkungan EPA telah mengklasifikasikan sebagai ” Kemungkinan Penyebab karsinogen pada manusia.” Paparan bahan kimia ini paling mungkin terjadi dalam dunia industri atau laboratorium, tetapi sejumlah kecil itu yang ada juga di udara dan di air. Potensi risiko lain dalam penanganan dan penyimpanan kloroform adalah pembentukan gas sangat beracun, fosgen, yang digunakan sebagai senjata kimia selama Perang Dunia I. Bila terkena cahaya, triklorometana bereaksi dengan oksigen di udara untuk menghasilkan gas ini. Untuk alasan ini, disimpan dalam botol kaca gelap.
BAB IV PEMBAHASAN Uji Kelarutan dan Emulgator Uji kelarutan lipid dilakukan untuk mengetahui derajat kelarutan lipid pada pelarut tertentu. Pemberian minyak pada tiap tabung untuk menguji apakah pelarut akan membentuk emulsi yang stabil atau tidak. Minyak larut dalam kloroform dan eter karena kloroform dan eter adalah pelarut organik. Sementara pada tabung berisi air yang diberi tetesan minyak membentuk emulsi yang tidak stabil sehingga kedua cairan memisah menjadi dua lapisan. Minyak berada di lapisan permukaan atas karena massa jenisnya yang lebih ringan daripada air. Minyak dalam larutan Na2CO3 karena asam lemak yang bebas dalam larutan lemak bereaksi dengan soda dan membentuk sabun yang disebut reaksi saponifikasi. Pada larutan empedu yang diberi tetesan minyak, terjadi emulsi yang stabil. Empedu menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase cairan, daya kerjanya disebabkan oleh bentuk molekulnya yang dapat terikat. Empedu membentuk lapisan di sekeliling minyak yang mengurangi kemungkinan butir-butir minyak bersatu. Uji Sifat Tidak Jenuh Uji ketidakjenuhan digunakan untuk menentukan tingkat kejenuhan suatu sampel. Pada percobaan ini diteteskan 10 cc kloroform dengan 10 tetes Hubl Iod ke dalam tabung reaksi. Kloroform memiliki fungsi melarutkan lemak karena kloroform bersifat nonpolar dan lemak memiliki sifat dapat larut dalam pelarut nonpolar. Sedangkan fungsi penambahan Hubl Iod adalah Hubl Iod mengoksidasi asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya menjadi berikatan tunggal reaksi adisi. Reaksi adisi terjadi karena Hubl Iod terdiri atas iod dalam alcohol yang mengandung sedikit HgCl2 yang berfungsi sebagai katalisator, iod sebagai sumber iod bebas nantinya akan berikatan dengan ikatan rangkap lipid. Semakin tidak jenuh suatu lipid, berarti ikatan rangkap dalam lipid tersebut semakin banyak sehingga semakin banyak pula jumlah tetes minyak yang diperlukan untuk mengikat semua iod bebas yang ada. Jadi, urutan kejenuhan paling tinggi adalah lemak binatang 24 tetes, minyak kelapa 20 tetes, minyak kacang 15 tetes, dan minyak wijen 8 tetes. Pembentukan Akrolein Percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya akrolein. Kristal KHSO4 berguna untuk mendehidrasi gliserol menjadi akrolein , karena sifat kristal KHSO4 adalah menarik atau memisahkan molekul air. Pemanasan bertujuan untuk memunculkan bau tengik, bau gliserol lebih tengik dibandingkan minyak sayur karena minyak sayur bila dihidrolisis akan lebih cepat berubah menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Gliserol yang terhidrasi akan berubah menjadi akrolein dan menimbulkan terjadinya bau tengik. Berikut adalah reaksi pembentukan akrolein, Larutan CuOH2 Pada percobaan larutan CuOH2 kami mencampurkan 5 tetes CuSO4 tembaga sulfat dengan 5 tetes NaOH Sodium hidroksid sehingga membentuk tembaga hidroksid yang sebagian berbentuk aqua biru dan sebagian lagi berbentuk solid partikel putih, sehingga hal ini dapat menjelaskan adanya endapan seperti partikel putih di bagian atas larutan yang hanya dapat dilihat dengan dasaran hitam pada larutan CuOH2 tersebut. Penambahan gliserol dalam larutan CuOH2 adalah untuk melarutkan endapan tembaga hidroksid partikel putih karena gliserol dapat menangkap partikel tembaga yang bersifat solid menjadi bersifat aqua sehingga endapan yang semula terlihat pada larutan CuOH2 tidak terlihat lagi larut. Kristal Kolesterol Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya kristal kolestrol melalui pemanasan alkohol di waterbath selama 5 menit dan suhu maksimal, yang digunakan untuk melarutkan kolesterol sehingga mudah diamati di bawah mikroskop. Adapun hasil pengamatan dibawah mikroskop adalah sebagai berikut, *Perbesaran 100X dan 400X Pada gambar diatas terdapat kristal-kristal yang terdiri dari satu Kristal saja dan ada yang terdiri dari beberapa kristal yang menumpuk perbesaran 100X,pada gambar diatas juga terdapat gelembung udara yang disebabkan adanya udara yang masuk saat pembuatan preparat. Menurut teori, kadar kolesterol yang tinggi akan mengendap lalu membentuk kristal. Kolesterol dapat larut dalam pelarut lemak, misalnya eter, kloroform, benzena dan alkohol panas. Apabila terdapat dalam konsentrasi tinggi, kolesterol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak dapat berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Dan hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan teori yang ada. Percobaan Salkowski Uji swalowski dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Jika sterol dengan konfigurasi tidak jenuh di dalam molekulnya direaksikan dengan asam kuat dalam kondisi bebas air, maka akan memberikan warna yang khas. Pada percobaan digunakan kloroform untuk melarutkan kolesterol agar lebih mudah bereaksi karena sifat dari lemak atau lipid adalah non polar. Sesuai dengan prinsip “like disolve like” maka senyawa non polar akan larut pada pelarut non polar, kolesterol sebagai sterol jenuh, dan H2SO4 sebagai oksidator berfungsi untuk memutus ikatan ester lipid. Setelah percobaan terbentuk lapisan warna dari atas, purple – kuning – flouresensi kehijauan. Warna ungu purple merupakan hasil reaksi antara kloroform dengan kolesterol yang berupa kolestadiena. Warna kuning merupakan sisa asam sulfat yang tidak ikut bereaksi. Flouresensi kehijauan yang dapat dilihat dengan sinar refleksi merupakan hasil reaksi antara kolestadiena dan asam sulfat yang berupa asam sulfonat. Grease Spot Test Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas pakai. Minyak ini membentuk senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik dan biasanya juga banyak mengandung zat pengotor yaitu sisa hasil gorengan, kadar air serta asam lemak bebas yang tinggi. Asam lemak ini menyebabkan bau tengik, bau yang khas ini disebabkan karena adanya senyawa campuran asam keto dan asam hidroksiketo yang berasal dari dekomposisi asam lemak dari cairan tersebut. Pada metode grease spot test atau tes noda lemak digunakan minyak jelantah dan minyak baru, ditambah eter untuk melarutkan minyak. Sifat minyak yang mudah larut dalam pelarut organik nonpolar. Penggunaan eter adalah untuk melarutkan zat-zat selain lemak yang terkandung dalam minyak yang akan selain lemak akan menguap dengan cepat bersama eter. Setelah eter dan zat-zat selain lemak menguap, kertas biasa diusapkan pada wadah minyak baru dan minyak jelantah. Penggunaan kertas biasa karena kertas terbuat dari serat selulosa yang mempunyai pori-pori yang akan teregang sehingga kertas lebih mudah ditembus cahaya. Pada kertas yang diusap dengan minyak baru, kertas tampak lebih transparan dibawah pencahayaan. Sedangkan pada minyak jelantah, terdapat noda warna kuning yang mengental dan kertas tidak terlalu transparan jika dibandingkan dengan minyak baru. Pada minyak baru, gliserol disebabkan oleh adanya air dalam minyak walaupun dalam jumlah sedikit yang menyebabkan terjadinya reaksi hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Reaksi hidrolisis menyebabkan kerusakan minyak atau lemak karena terdapat sejumlah air dalam minyak. Sementara, pada minyak jelantah terdapat gliserol dikarenakan pada minyak jelantah telah dilakukan pemanasan sehingga trigliseridanya berkurang dengan kadar gliserol dan asam lemaknya bertambah. BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut Asam lemak larut dalam kloroform dan eter, karena kloroform dan eter merupakan pelarut lemak dan bersifat non polar. Sedangkan air dan minyak tidak dapat larut karena air bersifat polar. Pada cairan empedu terjadi emulsi. Lemak binatang merupakan lemak paling jenuh karena memiliki ikatan rangkap paling banyak disbanding minyak kelapa/sayur, minyak kacang dan minyak wijen. Ketika gliserol dipanaskan akan didapatkan bau akrolein yang merangsang, karena gliserol merupakan hasil akhir pemecahan lipid, sedangkan bau tengik didapatkan ketika minyak kelapa/sayur dipanaskan. Gliserol dapat melarutkan endapan CuOH2 Kadar kolesterol yang tinggi akan mengendap apabila dilarutkan dengan alkohol panas lalu membentuk Kristal bening dan tidak berbau. Kolesterol adalah sumber sterol jenuh. Eter dapat melarutkan lemak. BAB VI DAFTAR PUSTAKA Murray,Robert K. , Daryl K. Granner , Victor W. “Biokimia HARPER” Edisi SHERWOOD , ”Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem” Edisi 8. JakartaEGC. Waldron, K. W. Ed.. 2014.Advances in Biorefineries Biomass and Waste Supply Chain Exploitation. Elsevier. Guyton, Arthur C. & Hall, John E., 2014. “Buku Ajar Fisiologi Kedokteran”. Edisi 12. JakartaEGC. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, 2015, Buku Petunjuk Praktikum “Digesti dan Metabolisme”. Yogyakarta Medical Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana. Format Laporan Biokimia
fungsi kloroform atau eter dalam pembedahan adalah